Pemilu Sebentar Lagi, Harga Daging Ayam-Minyak Goreng Meroket

Sugeng rawuh Kmsnorton di Situs Kami!

Jakarta – Pemilu Sebentar Lagi, Harga Daging Ayam-Minyak Goreng Meroket

Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 tinggal menghitung hari. Tampaknya kecepatan ini mempengaruhi harga banyak bahan pangan, seperti daging ayam dan minyak goreng.

Seorang pedagang minyak goreng bernama Rum di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengatakan harga minyak curah mencapai Rp 16.500/liter. Meski awalnya dijual dengan harga Rs 15.500 per liter.

“Sekarang naik lagi. Penjualannya naik dari Rp 1.000/liter menjadi Rp 16.500/liter. Tadi belinya Rp 167.000/karton, sekarang Rp 178.000/karton,” kata Rum kepada detikcom, Rabu. ( 07/02/2020 ) Bertemu Jokowi, Sri Mulyani Laporkan Pelaksanaan APBN 2024

Dia mengatakan, kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal tahun. Apalagi menjelang pemilu dan Imlek.

Oilita dijual dengan harga mulai Rp 28.000 untuk dua liter hingga Rp 30.000 untuk dua liter. Ia mengaku tak berani menaikkan harga minyak lagi, karena takut pelanggannya hengkang.

“Pertama (pembeli) bertanya, ‘Ya?’ Kok (harganya) Rp 16.500/liter, biasanya Rp 15.000/liter”. Nah kalau yang jadi member, kita kasih harga paling murah saja, takutnya lari. Jauh. Padahal harganya sudah luar biasa,” jelasnya. .

Ia juga mengeluhkan keuntungannya yang menurun. Biasanya saya dapat untung Rp 11.000-12.000 per kotak, sekarang hanya Rp 7.000 per kotak.

Dia menambahkan: “Pertama saya bertanya (agen) mengapa Anda berkembang?” Mereka bilang pemilu berarti harga minyak sawit naik.

Selain minyak ayam, harga daging ayam juga meroket. Seorang pedagang unggas di Pasar Serdang bernama Agus mengatakan, kenaikannya mencapai Rp 5.000 per ekor. Dengan cara ini, Agus menjual Rp 45.000/ekor.

Selain menjelang Tahun Baru Imlek, masih banyak faktor lain, seperti dorongan pemilu dan harga bibit. “Iya (Tahun Baru Imlek, pemilu) juga berpengaruh. Harga di petani naik, jadi naik juga. Harga pangan naik, daging ayam naik,” kata Agus.

Meski begitu, dia mengatakan kenaikan harga ayam merupakan hal yang wajar. Sebab, ada peningkatan pada momen spesial seperti Idul Fitri.

Hal serupa juga terdengar dari pedagang daging ayam bernama Terno di Pasar Sinin, Jakarta Pusat, salah satu pedagang ayam di Pasar Sinin. Ia mengatakan, harga daging ayam mengalami kenaikan sebesar 30%. Bahkan menjelang Imlek atau hari raya besar lainnya hanya 15%.

Dia menjual daging ayam seharga Rp 50.000/ekor. Meski biasanya hanya berkisar Rp 35.000-40.000/ekor. Pemilu Sebentar Lagi, Harga Daging Ayam-Minyak Goreng Meroket

“Ada peningkatan, kenaikan 30%. Katanya kalau mau Imlek tetap bisa memilih (pemilihan),” kata Tarno.

Belum bisa diprediksi apakah kenaikan harga daging ayam akan bertahan lama. Sebab, ada faktor lain yang mempengaruhi lajunya perayaan Imlek dan pemilu, seperti harga ayam ras.

Selain itu, musim hujan mulai terjadi sehingga sulit untuk dilalui ternak. Namun, saya yakin pelanggan akan mempertimbangkan kenaikan harga daging ayam. “Beberapa (pembeli) sudah tahu kalau menjelang Imlek harga akan naik. Kenaikannya juga tidak bisa diprediksi, kadang lama, kadang sedikit,” jelasnya.

(fdl/fdl)